Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang aksi iklim, dosen dan mahasiswa Telkom University Kampus Surabaya berhasil menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi My-AirData. Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam memantau kualitas udara sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap dampak perubahan iklim, khususnya di wilayah Tandes, Surabaya.

Pengembangan My-AirData merupakan hasil kolaborasi lintas program studi, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak dan Sains Data. Tim dosen yang terlibat antara lain Regita Putri Permata, S.Si., M.Stat., Rifdatun Ni’mah, M.Si., serta Arni Muarifah Amri, S.T., M.T., bersama mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Inovasi ini menjadi bagian dari program #AyoBerAKSI2025 yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia dan dilaksanakan di Kelurahan Manukan Kulon.

My-AirData hadir sebagai aplikasi berbasis mobile dan web yang mengintegrasikan berbagai sumber data, seperti sensor kualitas udara secara real-time, analisis citra satelit, serta teknologi kecerdasan buatan (AI). Melalui integrasi tersebut, aplikasi mampu menyajikan informasi akurat terkait Indeks Kualitas Udara (IKU), kadar PM2.5, CO₂, serta indikator polusi lainnya yang relevan bagi masyarakat.

Tidak hanya menampilkan data, My-AirData juga dilengkapi dengan fitur visualisasi interaktif, sistem peringatan dini terkait kesehatan, serta modul edukasi berbasis studi kasus yang mudah dipahami. Pendekatan ini bertujuan agar informasi yang disajikan dapat diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga instansi pemerintah.

Dalam proses pengembangannya, tim menggunakan metode Scrum dan pendekatan User-Centered Design (UCD), sehingga sistem dibangun berdasarkan kebutuhan dan masukan langsung dari pengguna. Hal ini membuat aplikasi tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga relevan dan mudah digunakan oleh masyarakat dengan berbagai tingkat literasi digital.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemantauan kualitas udara, data yang dihasilkan oleh aplikasi ini juga berpotensi dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan strategis. Contohnya seperti pengaturan lalu lintas di area padat atau program penghijauan di wilayah dengan tingkat polusi tinggi.

My-AirData telah resmi dirilis dan mendapatkan respons positif dari masyarakat, komunitas lingkungan, serta tenaga pendidik di sekitar wilayah implementasi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi inovatif yang berdampak langsung.

Melalui inovasi ini, Telkom University Kampus Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Diharapkan, My-AirData dapat menjadi model pengembangan solusi digital yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link